Nabi Saw mengajarkan umatnya untuk selalu jujur baik dalam berkata maupun dalam perbuatan. Jujur itu baik walaupun terasa pahit. Jujur, aku tidak berniat untuk menulis karena hal itu yang paling membosankan bagiku, tapi ketika ada perlombaan menulis dan salah satu guru bilang jika ada kesempatan maka manfaatkanlah kesempatan itu sebaik-baiknya, aku rasa itu hal yang benar, bisa saja aku menemukan jati diriku dalam menulis walaupun aku tidak menyukainya. Apa salahnya saya mencoba jika kesempatan itu akan memberikan perubahan yang baik.
Namaku Filza Syadi biasa dipanggil Filza, anak ke - 4 dari 6 bersaudara. Aku memiliki 4 saudara laki-laki yang menyebalkan dan 1 saudari yang ngeselin. Aku tamat dari SDN 16 Sungai Geringging, MTsN 1 Sungai Geringging, dan sekarang aku belajar di SMAN 1 Sungai Geringging. Walaupun aku tamat dari sekolah-sekolah di Sungai Geringging saja tapi aku akan kuliah di luar Negeri. Aamiin
Setelah tamat di MTsN aku berkeinginan melanjutkan pendidikanku di sekolah yang berbobot tapi hal itu tidak kesampaian karena takdir membawaku belajar di sekolah SMAN 1 Sungai Geringging yang penuh dengan bocah nakal, arogan, dan menyebalkan.
Walaupun aku sempat patah semangat untuk belajar disini dan sempat berfikir bahwa aku tidak akan sukses setelah tamat disekolah ini. Tapi aku sadar kesuksesanku tidak terlihat dari mana aku tamat, jika aku menjalankan pendidikanku dengan sungguh-sunguh aku yakin aku bisa jadi orang yang sukses. Anggapanku bahwa murid-murid di sekolah ini yang sangat nakal , arogan dan menyebalkan itu pun juga salah, karena tidak semua murid disini seperti itu, masih banyak mereka yang memiliki budi pekerti yang baik.
Di sekolah ini aku memiliki banyak teman tapi sedikit sahabat, salah satunya Ela Julita gadis yang baik hati pendiam dan sangat pemalu. Banyak orang yang bilang kami itu seperti “pinang yang dibelah dua” dimana ada Filza disitu ada Ela dan sebaliknya. Bagiku Ela adalah orang yang sangat luar biasa, Ela tidak pernah pelit untuk berbagi dan terus berbuat baik. Bahkan ela masih bisa berbuat baik dengan orang yang selalau menyakitinya, selalu memaafkan kesalahan orang lain. Tetapi ada satu hal yang menbuatku sedih, ketika ada orang yang memanfaatkan kebaikannya untuk kepentingan pribadinnya.
Aku tidak pernah bisa menjadi sepertinnya, karena kami orang yang berbeda yang memiliki sifat yang selalu berlawanan, jika Ela pemalu, pendiam, hati-hati dan sabar, maka aku adalah orang yang sebaliknya.
Pertemanan itu memang penting, karena temanlah yang juga dapat membantuku untuk terus semangat. Di sekolah ini, kami berusaha untuk menjadi aktif melalaui organisasi yang ada. Aku masuk di organisasi Rohis dan Osis, sedangkan Ela di organisasi Rohis, MPK dan Pramuka. Kami berharap kami membuat perubahan baik bagi diri kami sendiri, orang lain dan sekolah ini menuju perubahan yang lebih baik.
Dari organisasi Rohis, kami memulai perubahan bagi diri kami sendiri. Disini kami diajarkan berbagai hal : untuk lebih mencintai Agama kami, berprilaku sesuai Alquran dan Hadist, menjalin hubungan persaudaraan, belajar toleransi, saling berbagi satu sama lain, dan masih banyak lagi. Di organisasi ini, kami dibina oleh dua orang yang sangat luar biasa, membina kami tanpa pamrih, yaitu kak Dian Mustoni sekaligus membina di Forum Arrijal dan kak Netis Nopis membina di Forum Annisa. Kami dikenalkan dengan berbagai hal yang sebelumnya tidak kami ketahui. Di sinilah persaudaraan kami lebih erat dengan anggota lainnya maupun dengan kakak-kakak alumni yang juga ikut berperan disetiap kegiatan di organisasi ini.
Di organisasi ini terdapat orang-orang yang sangat luar biasa salah satunya kak Azlina Kakak Kelas kami. Aku dan kak Azlina memang sudah saling kenal sejak kecil. Karena kami berada di satu Sekolah Dasar yang sama. Banyak hal yang mengagumkan darinya, salah satunnya adalah perjuangannya untuk melalaui hidup dengan mengunakan hijab. Allah sangat sayang kepadannya karena allah memberikan ujian melalaui sindiran tetangga yang selalu diterimannya. Bukanlah hal yang mudah untuk membuat perubahan, memutuskan untuk berhijab adalah hal yang sangat luar biasa apalagi jika ada hinaan dan sindiran dari para tetangga, itu bisa menjadi beban baginya. Tapi dengan keyakinan dania tau Allah bersamanya ia percaya bahwa ia pasti bisa melalui itu semua.
Salah satu hal yang dapat aku pelajari adalah bahwasannya apapun yang menjadi kewajiban bagi kita haruslah dilaksanakan. Menutup aurat, memakai hijab adalah kewajiban bagi setiap wanita muslim. Begitu pula dengan kak Sovia Sudirman sahabat dari kak Azlina, ia orang yang baik hati, penyayang hanya saja ia midah dijailin. Ia memiliki mimpi untuk bisa memiliki adik sayangnya sibungsu Sovia tidak pernah bisa memiliki adik, walaupun begitu aku siap untuk jadi adik baginnya. Kak Sovia adalah Ketua Keputrian di Forum Annisa yang cinta makanan ha..haaa. Just kidding
Aku juga memiliki teman seorang pecinta sastra, hobinya membaca buku ia bermimpi ingin jadi penulis yang profesional. Ia suka mengarang lagu, puisi, dan cerpen. Ia adalah orang yang sangat berani mencoba hal-hal yang baru, selalu menjadi yang pertama untuk mengemungkakan pendapat. Aku sangat mengagumi kepribadian yang ia miliki itu. Aku biasa memanggilnya dengan nama abang Rizki.
Selain dari mereka masih banyak lagi orang-orang yang sangat luar biasa disini seperti: kak Tzya Asrada yang menjadi ketua osis, Afrizal Fauzi yang menjadi Ketua Rohis, kakak imutku Kakak Nadia, Kak Yuliani, dan Banyak lagi yang menjadi motivasi bagiku.
Aku memang sudah diajarkan tentang agama sejak kecil, tapi rasanya asih ada yang kurang daam hidupku. Walaupun sudah diajarkan tentang agama, aku tidak memanfaatkan hal itu sebaik-baiknya. Sebelumnya ibadahku sangat berantakan. Selalu telat waktu dalam sholat, tidak khusuk, bahkan pernah tinggal dan terlupakan. Sifatku yang cuek membuatku tidak terlalu mementingkan ibadahku. Aku menjali ibadahku dengan rasa malas. Memilih menonton televisi, tidur dan membaca komik dari pada melakukan hal-hal yang tidak berguna. Aku membuang wakt dan kesempatan yang aku punya.
Hidupku berubah ketika aku bertemu dengan motivator-motivator yang sangat hebat. Hidupku berubah setelah menonton Film Negeri 5 Menara film yang luar biasa yang memberikan motivasi bagi penontonnya. Itulah yang sekarang yang membuat aku mengerti bahwa semua impian yang sudahku targetkan tidak akan begitu saja tanpa polesan pejuang dan kesungguhan. Kesuksesan yang aku inginkan tidak datang dengan sendiri, tapi kesuksesan itu haruslah di kejar dengan usaha, kesungguhan dan tawakal selalu kepada Allah.
Dan salah satu tokoh dalm film itu bilang jika kamu ingin sukses maka “manjadda wa jada” karena orang yang bersungguh-sungguh yang akan berhasil dan akupun juga akan suses jika aku memang bersungguh-sungguh dan bertawakal kepada Allah.
***SEKIAN***
Nama : Filza Syadi
TTL : Batu Gadang, 18 April 2000
Pekerjaan/Status : Pelajar di SMAN 1 Sunagai Geringing
No. Telepon : 085363747806
Namaku Filza Syadi biasa dipanggil Filza, anak ke - 4 dari 6 bersaudara. Aku memiliki 4 saudara laki-laki yang menyebalkan dan 1 saudari yang ngeselin. Aku tamat dari SDN 16 Sungai Geringging, MTsN 1 Sungai Geringging, dan sekarang aku belajar di SMAN 1 Sungai Geringging. Walaupun aku tamat dari sekolah-sekolah di Sungai Geringging saja tapi aku akan kuliah di luar Negeri. Aamiin
Setelah tamat di MTsN aku berkeinginan melanjutkan pendidikanku di sekolah yang berbobot tapi hal itu tidak kesampaian karena takdir membawaku belajar di sekolah SMAN 1 Sungai Geringging yang penuh dengan bocah nakal, arogan, dan menyebalkan.
Walaupun aku sempat patah semangat untuk belajar disini dan sempat berfikir bahwa aku tidak akan sukses setelah tamat disekolah ini. Tapi aku sadar kesuksesanku tidak terlihat dari mana aku tamat, jika aku menjalankan pendidikanku dengan sungguh-sunguh aku yakin aku bisa jadi orang yang sukses. Anggapanku bahwa murid-murid di sekolah ini yang sangat nakal , arogan dan menyebalkan itu pun juga salah, karena tidak semua murid disini seperti itu, masih banyak mereka yang memiliki budi pekerti yang baik.
Di sekolah ini aku memiliki banyak teman tapi sedikit sahabat, salah satunya Ela Julita gadis yang baik hati pendiam dan sangat pemalu. Banyak orang yang bilang kami itu seperti “pinang yang dibelah dua” dimana ada Filza disitu ada Ela dan sebaliknya. Bagiku Ela adalah orang yang sangat luar biasa, Ela tidak pernah pelit untuk berbagi dan terus berbuat baik. Bahkan ela masih bisa berbuat baik dengan orang yang selalau menyakitinya, selalu memaafkan kesalahan orang lain. Tetapi ada satu hal yang menbuatku sedih, ketika ada orang yang memanfaatkan kebaikannya untuk kepentingan pribadinnya.
Aku tidak pernah bisa menjadi sepertinnya, karena kami orang yang berbeda yang memiliki sifat yang selalu berlawanan, jika Ela pemalu, pendiam, hati-hati dan sabar, maka aku adalah orang yang sebaliknya.
Pertemanan itu memang penting, karena temanlah yang juga dapat membantuku untuk terus semangat. Di sekolah ini, kami berusaha untuk menjadi aktif melalaui organisasi yang ada. Aku masuk di organisasi Rohis dan Osis, sedangkan Ela di organisasi Rohis, MPK dan Pramuka. Kami berharap kami membuat perubahan baik bagi diri kami sendiri, orang lain dan sekolah ini menuju perubahan yang lebih baik.
Dari organisasi Rohis, kami memulai perubahan bagi diri kami sendiri. Disini kami diajarkan berbagai hal : untuk lebih mencintai Agama kami, berprilaku sesuai Alquran dan Hadist, menjalin hubungan persaudaraan, belajar toleransi, saling berbagi satu sama lain, dan masih banyak lagi. Di organisasi ini, kami dibina oleh dua orang yang sangat luar biasa, membina kami tanpa pamrih, yaitu kak Dian Mustoni sekaligus membina di Forum Arrijal dan kak Netis Nopis membina di Forum Annisa. Kami dikenalkan dengan berbagai hal yang sebelumnya tidak kami ketahui. Di sinilah persaudaraan kami lebih erat dengan anggota lainnya maupun dengan kakak-kakak alumni yang juga ikut berperan disetiap kegiatan di organisasi ini.
Di organisasi ini terdapat orang-orang yang sangat luar biasa salah satunya kak Azlina Kakak Kelas kami. Aku dan kak Azlina memang sudah saling kenal sejak kecil. Karena kami berada di satu Sekolah Dasar yang sama. Banyak hal yang mengagumkan darinya, salah satunnya adalah perjuangannya untuk melalaui hidup dengan mengunakan hijab. Allah sangat sayang kepadannya karena allah memberikan ujian melalaui sindiran tetangga yang selalu diterimannya. Bukanlah hal yang mudah untuk membuat perubahan, memutuskan untuk berhijab adalah hal yang sangat luar biasa apalagi jika ada hinaan dan sindiran dari para tetangga, itu bisa menjadi beban baginya. Tapi dengan keyakinan dania tau Allah bersamanya ia percaya bahwa ia pasti bisa melalui itu semua.
Salah satu hal yang dapat aku pelajari adalah bahwasannya apapun yang menjadi kewajiban bagi kita haruslah dilaksanakan. Menutup aurat, memakai hijab adalah kewajiban bagi setiap wanita muslim. Begitu pula dengan kak Sovia Sudirman sahabat dari kak Azlina, ia orang yang baik hati, penyayang hanya saja ia midah dijailin. Ia memiliki mimpi untuk bisa memiliki adik sayangnya sibungsu Sovia tidak pernah bisa memiliki adik, walaupun begitu aku siap untuk jadi adik baginnya. Kak Sovia adalah Ketua Keputrian di Forum Annisa yang cinta makanan ha..haaa. Just kidding
Aku juga memiliki teman seorang pecinta sastra, hobinya membaca buku ia bermimpi ingin jadi penulis yang profesional. Ia suka mengarang lagu, puisi, dan cerpen. Ia adalah orang yang sangat berani mencoba hal-hal yang baru, selalu menjadi yang pertama untuk mengemungkakan pendapat. Aku sangat mengagumi kepribadian yang ia miliki itu. Aku biasa memanggilnya dengan nama abang Rizki.
Selain dari mereka masih banyak lagi orang-orang yang sangat luar biasa disini seperti: kak Tzya Asrada yang menjadi ketua osis, Afrizal Fauzi yang menjadi Ketua Rohis, kakak imutku Kakak Nadia, Kak Yuliani, dan Banyak lagi yang menjadi motivasi bagiku.
Aku memang sudah diajarkan tentang agama sejak kecil, tapi rasanya asih ada yang kurang daam hidupku. Walaupun sudah diajarkan tentang agama, aku tidak memanfaatkan hal itu sebaik-baiknya. Sebelumnya ibadahku sangat berantakan. Selalu telat waktu dalam sholat, tidak khusuk, bahkan pernah tinggal dan terlupakan. Sifatku yang cuek membuatku tidak terlalu mementingkan ibadahku. Aku menjali ibadahku dengan rasa malas. Memilih menonton televisi, tidur dan membaca komik dari pada melakukan hal-hal yang tidak berguna. Aku membuang wakt dan kesempatan yang aku punya.
Hidupku berubah ketika aku bertemu dengan motivator-motivator yang sangat hebat. Hidupku berubah setelah menonton Film Negeri 5 Menara film yang luar biasa yang memberikan motivasi bagi penontonnya. Itulah yang sekarang yang membuat aku mengerti bahwa semua impian yang sudahku targetkan tidak akan begitu saja tanpa polesan pejuang dan kesungguhan. Kesuksesan yang aku inginkan tidak datang dengan sendiri, tapi kesuksesan itu haruslah di kejar dengan usaha, kesungguhan dan tawakal selalu kepada Allah.
Dan salah satu tokoh dalm film itu bilang jika kamu ingin sukses maka “manjadda wa jada” karena orang yang bersungguh-sungguh yang akan berhasil dan akupun juga akan suses jika aku memang bersungguh-sungguh dan bertawakal kepada Allah.
***SEKIAN***
Nama : Filza Syadi
TTL : Batu Gadang, 18 April 2000
Pekerjaan/Status : Pelajar di SMAN 1 Sunagai Geringing
No. Telepon : 085363747806
JUARA III LOMBA
MENULIS KISAH INSPIRATIF
TEMA “FROM ZERO TO HERO WITH RAMADHAN”




